Pernah Tur Keliling Indonesia, Musisi Simalungun Benny Yogi Tambak Ini Jadikan Sertifikasi Jalan untuk Kembali ke Panggung Nasional
HUNTERNEWSTODAY.COM/SUMUT
SIMALUNGUN, 31 Oktober 2026 — Bagi Benny Yogi Tambak (34), panggung nasional bukanlah sesuatu yang asing. Musisi asal Simalungun, Sumatera Utara, ini pernah merasakan pengalaman tampil di berbagai kota di Indonesia bersama grup band Equaliz. Namun, setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia musik, Benny masih menyimpan satu keinginan: kembali membawa karya-karyanya menembus industri musik nasional.
Perjalanan bermusik Benny dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kecintaannya terhadap musik membawanya membentuk band, menciptakan lagu, hingga melakukan rekaman sejak usia muda. Minat tersebut kemudian ia perdalam melalui pendidikan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU).
Salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya datang pada 2017. Bersama Equaliz, band rock asal Medan yang dibentuk pada 2014, Benny berhasil menembus delapan besar kompetisi music pada tahun 2017, menyisihkan sekitar 1.200 grup band dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi tersebut membuka kesempatan bagi Equaliz untuk memperluas kiprahnya di industri musik. Bersama tujuh finalis lainnya, Equaliz tergabung dalam The Mighty 8 dan berkesempatan merekam karya dalam album kompilasi nasional. Melalui rangkaian pertunjukan setelah kompetisi, Benny dan rekan-rekannya juga mendapatkan pengalaman tampil di berbagai kota, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, hingga sejumlah daerah di Kalimantan dan Sulawesi.
Equaliz bahkan pernah menjadi band pembuka dalam rangkaian konser Padi Reborn di Jawa Timur pada 2018. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Benny dalam mengenal industri musik dan membangun jejaring profesional di luar daerah asalnya.
Kini, Benny tetap aktif bermusik dan mengembangkan karier solonya. Ia telah menghasilkan sejumlah karya musik serta terus membangun hubungan dengan sesama musisi, penyelenggara acara, dan pelaku ekosistem musik. Baginya, pengalaman panjang di atas panggung tetap harus diimbangi dengan kemauan untuk terus belajar.
Kesempatan itu kembali ia temukan melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Musisi dan Penyanyi Solo yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Ara Cafe & Eatery, Kabupaten Simalungun, pada 29–30 Oktober 2026.Bagi Benny, mengikuti pelatihan setelah bertahun-tahun berkecimpung di industri musik memberikan pengalaman tersendiri. Ia mengibaratkannya seperti kembali ke bangku kuliah, ketika para musisi dapat memperdalam pengetahuan dan memperoleh wawasan baru dari mentor yang berpengalaman.
Melalui pelatihan yang dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi pada 31 Oktober 2026, Benny berharap pengalaman bermusik yang telah ia bangun selama bertahun-tahun dapat diperkuat dengan pengakuan kompetensi profesional. Sertifikasi juga diharapkan menjadi bekal untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing di industri musik nasional.
“Harapan saya kembali lagi go nasional. Setidaknya itu harapan yang paling nyata, paling diimpikan sekarang,” ungkap Benny.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Benny terus mempersiapkan diri dengan menciptakan dan memublikasikan karya, aktif mengikuti kegiatan musik, serta memperluas jejaring dengan berbagai pelaku industri.
Kisah Benny menunjukkan bahwa perjalanan menjadi musisi profesional tidak selalu berjalan dalam satu garis lurus. Pengalaman tampil di panggung nasional tidak membuat proses belajar berhenti. Sebaliknya, kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dapat menjadi langkah baru dalam perjalanan karier.
Dari Simalungun, Benny ingin kembali membuktikan bahwa talenta musik daerah memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional. Setelah pernah menjelajahi berbagai panggung di Indonesia, ki rxni ia menatap kesempatan berikutnya dengan bekal pengalaman, karya, dan harapan akan pengakuan kompetensi profesional”
Melalui program aktivitas ruang kecil kreatif di daerah dapat menjadi ruang inklusuf bagi pelaku ekonomi kreatif. hususnya di simalungun bertumbuh dan berkarya bersama sehingga dapat meningkatkan secara berkelanjutan
By Red






