Pemko Pematangsiantar Rapat Lanjutan Penanganan Pasca Kebajaran Gedung Pasar Horas
HUNTERNEWSTODAY COM, Pematangsiantar – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar kembali menggelar rapat bersama para pedagang membahas tindak lanjut penanganan bencana non alam kebakaran Gedung IV Pasar Horas. Rapat berlangsung di Ruang Data Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Kamis (11/9/2025).
Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang, serta dihadiri Direktur Utama PD-PHJ Bolmen Silalahi beserta jajaran, Camat Siantar Barat, perwakilan OPD terkait, termasuk PUTR, Dishub, dan Satpol PP. Hadir pula sejumlah organisasi masyarakat dan aliansi pedagang, seperti Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar (PP), Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P3B), Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T), dan Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H).
Dalam arahannya, Junaedi menegaskan pemerintah kota memprioritaskan keselamatan pedagang maupun pembeli serta pemulihan aktivitas ekonomi pasca kebakaran. Ia menyampaikan hasil kajian teknis yang menyatakan Gedung IV sudah tidak layak digunakan sehingga akan dilakukan perataan bangunan, dengan target rampung akhir November 2025.
“Jika sesuai jadwal, Desember para pedagang sudah bisa kembali menempati lokasi. Harapan kita menjelang Natal dan Tahun Baru, aktivitas perdagangan berjalan normal dan arus lalu lintas kembali lancar,” ujarnya.
Namun, rapat sempat diwarnai aksi walkout oleh aliansi pedagang KP2H. Mereka mengaku belum puas dengan penjelasan sekda terkait kejelasan dana Rp77 miliar yang disebut-sebut untuk pembangunan pasar, serta janji gubernur bahwa pembangunan Gedung Pasar Horas dimulai tahun ini.
Di sisi lain, Ketua Pemuda Pancasila Unit Pusat Pasar, Larsen Simatupang, menekankan pentingnya percepatan penanganan Pasar Horas sebagai pusat roda perekonomian kota. Ia juga membantah isu bahwa organisasi pedagang menjadi penentu kebijakan terkait lapak sementara pasca kebakaran.
“Kami percaya pemerintah akan menghadirkan solusi terbaik. Pasar ini bukan hanya milik pedagang, tapi juga menyangkut perputaran ekonomi masyarakat luas,” kata Larsen. Ia mengusulkan agar dalam rapat lanjutan, pemerintah turut menghadirkan langsung perwakilan pedagang untuk menyampaikan aspirasi.
Sementara itu, Ketua P3B, Nobel Marpaung, menyoroti aktivitas pedagang pasar pagi di Jalan Imam Bonjol yang dinilai mengganggu omset pedagang di dalam pasar. Ia meminta pemerintah tegas membatasi jam operasional pedagang pasar pagi hingga pukul 07.30 WIB. Menanggapi hal itu, Dirut PD-PHJ Bolmen Silalahi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengeluarkan imbauan tertulis mengenai pembatasan jam berdagang.
Menutup rapat, Sekda Junaedi menegaskan rencana perataan Gedung IV sudah final. Pemerintah akan segera mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada pedagang dan berharap seluruh pihak tetap kondusif serta memberi kepercayaan penuh kepada pemerintah dalam proses pemulihan pasar horas.
Dp






