Example 728x250
Uncategorized

Korwil Pendidikan Hatonduhan Rommel Hutabarat Tidak Beradab Lontarkan Kata Tidak Senonoh ke Bawahanya

368
×

Korwil Pendidikan Hatonduhan Rommel Hutabarat Tidak Beradab Lontarkan Kata Tidak Senonoh ke Bawahanya

Share this article
Korwil Pendidikan Hatonduhan Rommel Hutabarat Tidak Beradab Lontarkan Kata Tidak Senonoh ke Bawahanya

Korwil pendidikan Hatonduhan Rommel Hutabarat tidak beradab, lontarkan kata tidak senonoh ke bawahannya.

Simalungun hunternewstoday.com

Example 300250

Koordinator wilayah pendidikan kecamatan Hatonduhan kabupaten Simalungun propinsi Sumatera Utara Rommel Hutabarat layak di copot jabatannya sebagai pemimpin bidang pendidikan karena telah melontarkan kata-kata yang tidak senonoh kepada bawahan nya yang merupakan salah satu kepala sekolah SD di salah satu sekolah di wilayah Hatonduhan.

Hal ini diketahui oleh awak media ini ketika kita hendak melakukan konfirmasi lanjutan dari berita kita sebelumya terkait adanya dugaan pengutipan sertifikasi guru sebesar Rp 200.000 perorang untuk tanda tangan berkas, pada hari Kamis 23/10/2025 pukul 09:05 wib.

Pada saat kita konfirmasi ternyata korwil tidak hanya melakukan pengutipan sertifikasi saja ada juga pengutipan untuk pembuatan laporan kegiatan setiap sekolah atau sering disebut KSB, dan sesuai dengan ucapan salah seorang guru kepala sekolah di Hatonduhan mengatakan” Jika untuk membuat KSB secara ketring (dikerjakan korwil) maka biayanya dikenakan tarif Rp 500.000 dan kalau kepala sekolah sendiri yang mengerjakan maka sebagai uang teken korwil mengenakan tarip Rp 250.000.
Hingga pada saat itu terjadi perdebatan.

Terjadinya perdebatan tersebut di picu dengan adanya omongan oleh si korwil kepala bawahannya yaitu seorang kepala sekolah bermarga $, yang mengatakan kata tidak senonoh yaitu Telan……. pun boru S itu bu……. Ku gak hidup. Akibat dari ucapan itu maka kepala sekolah bermarga S itu tidak Terima dan berencana akan membuat laporan ke dinas pendidikan Simalungun dan kepada pihak yang berwajib karena telah dianggap menjatuhkan harga dirinya.

Dan ketika kita tanya kan pada korwil kebenarannya, dan korwil mengakuinya memang benar dikatakan nya demikian dengan alasan karena kepala sekolah tersebut sering mengenakan pakaian kurang etis, ucapnya.
Hal ini kita buktikan dengan adanya vidio konfirmasi kita kepada kedua belah pihak.

Ketika kita tanyakan kepada rekan sesama kepala sekolah disana, mereka mengatakan sepanjang pengetahuan kami kalau ibu kepala sekolah bermarga S itu tidak pernah mengenakan pakaian yang minim dan selalu berpakaian yang Sopan selayaknya tenaga pendidik.

Dalam hal ini dapat kita duga bahwa korwil hanya mencari alasan untuk pembelaan diri, dalam hal ini di harapkan kepada Bupati Simalungun H. Anton Saragih melalui kepala dinas pendidikan kabupaten Simalungun agar segera menindak kelakuan daripada korwil Hatonduhan ini dan segera mencopot dari jabatannya sebagai korwil pendidikan agar jangan semena mena melakukan tindakan yang tidak senonoh terhadap bawahannya.
(Osama)