Deteksi Dini, Pemkab Simalungun Laksanakan Skrining TB Terintegrasi CKG di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi
HUNTERNEWSTODAY COM/SIMALUNGUN
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Skrining Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (24/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Pangulu Jawa Maraja dan disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat.
Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mendeteksi penemuan yang diduga ataupun dengan kasus TB sejak dini, terutama yang memiliki kontak erat dan atau serumah dengan penderita TB ,dan yang mengalami gejala faktor resiko tertular TB guna mencegah bertambahnya peningkatan kesakitan, hingga kematian akibat penyakit tersebut.
Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Jawa Maraja melakukan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan gula darah, tekanan daerah, asam urat dan sampel dahak yang terduga untuk diperiksa melalui TCM (Test Cepat Molekular) sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai apa penyebab, cara penularan, serta pencegahan TB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) selaku Ketua Tim Skrining TB Terintegrasi CKG, Rosman Saragih,SKM, MKM menjelaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat tingkat kematian akibat TB masih tinggi.
“Penyebaran penularan bakteri TB terjadi melalui percikan ludah( droplet )dari penderita dan berkembang cepat terutama di lingkungan kumuh , serta sangat berisiko bagi mereka yang tinggal serumah atau berinteraksi erat dengan penderita,” ujar Rosman.
Rosman menguraikan gejala yang patut diwaspadai: batuk berkepanjangan selama 2 minggu atau lebih, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, hilangnya nafsu makan, berkeringat di tengah malam tanpa sebab yang jelas, serta tubuh terasa lemas terus-menerus. Apabila mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kelompok yang paling rentan tertular TB antara lain perokok aktif, anak-anak, lanjut usia, penderita diabetes, serta penderita HIV. Risiko semakin meningkat di lingkungan yang padat penduduk dan kurang sehat.
Rosman menegaskan bahwa TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan disiplin. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan bakteriologis serta pemeriksaan XRay. Pasien yang dinyatakan positif TB wajib mengonsumsi obat secara rutin sesuai petunjuk tenaga medis hingga tuntas.
“Jangan ragu, apalagi bimbang. TB bukan penyakit yang tidak bisa diobati, TB dapat disembuhkan! Mari kita bekerja sama untuk lebih sehat. Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS-TB),” tegasnya.
Selain skrining TB, kegiatan ini juga menyampaikan pemahaman mengenai penyakit tidak menular, sehingga masyarakat diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas terdekat.
Di lokasi kegiatan masyarakat yang mengikuti skrining TB sebanyak 90 orang. Dari jumlah tersebut 37 orang diantaranya dinyatakan terduga TB, yang selanjutnya sampel berupa dahak akan diperiksa melalui pemeriksaan bakteriologis melalui TCM.
Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun telah menyiapkan tim yang diturunkan ke 228 titik lokasi pelaksanaan skrining di seluruh wilayah kabupaten, mencakup lembaga pemasyarakatan hingga lingkungan permukiman, demi menjangkau masyarakat secara menyeluruh.(*)






