SPPG TAMBUN NABOLON SIANTAR MARTOBA 05 Jadi Sorotan Publik
Hunternewstoday Com. Sabtu 14/4/2026
SPPG Tambun Babolon jadi sorotan publik saat kejadian mobil pengangkut makanan roti untuk Dapur MBG Tambun Nabolon sangat diragukan karena pengangkut makanan roti untuk di kemas sebagai bahan untuk MBG (Makanan Bergizi Gratis ) yang mobil pengangkut bahan makanan MBG parkir di badan jalan serta tidak masuk ke lokasi SPPG tersebut. dan tidak ada di Mobil tersebut bermerek mobil SPPG.
Ketika awak Media ini mengamati dan masuk ingin menanyakan tentang Keberadaan serta sistem pengerjaan dan pelayanan SPPG Tambun Nabolon Siantar Martoba 05 itu, Galang yang mengaku sebagai Satpam/Sekurirty seakan menghalangi tugas pers,dan mengatakan pada awak media bahwa Asisten lapangan dan kepala SPPG tidak boleh di temui serta tidak ada di SPPG. Lalu Galang di dampingi para relawan dan Masrul yang juga mengaku sebagai satpam mengatakan bahwa tidak boleh mengambil gambar tanpa ijin atasan SPPG. Lalu dalam pengamatan tim media, mobil pengangkut untuk makanan MBG menggunakan mobil bukan jenis mobil BOX melainkan mobil bermerek Suzuky Arena nopol Bk :1330 NG dan satu lagi mobil pengangkut MBG dengan jenis yang sama dan ini merupakan mobil pribadi bukan mobil pengangkutan barang.
Dalam pengamatan juga SPPG Tambun Nabolon Siantar Martoba dengan Yayasan SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI terletak di Jl. Medan kelurahan TAMBUN NABOLON, tetapi kenyataan lokasi tempat SPPG itu adalah kelurahan Naga pita kecamatan Siantar Martoba .
Jadi dengan peristiwa dan keadaan itu awak media menduga adanya penyalah gunaan administrasi laporan tempat SPPG.
Ditempat terpisah Ardy Putranto Saragih SH selaku praktisi hukum menanggapi dengan peristiwa ini mengatakan bahwa baru menanyakan Urat Simajuntak (kadis kesehatan Siantar ) menyebutkan bahwa SLHS ( Sertipikat Laik Higrine Sanitasi ) di SPPG Tambun Nabolon Siantar Martoba 05 belum ada(terbit ) mungkin masih dalam pengurusan . Ardy Saragih menegaskan agar ketua BGN dan juga ketua Korwil Siantar agar turun langsung dan menindak tegas bagi SPPG yang menyalahi aturan dan ketentuan serta tidak mengikuti sistim ketentuan dapur SPPG atau tidak sesuai dengan JUKNIS BGN apalagi membuat laporan administrasi tidak sesuai dalam arti Mall Administrasi untuk pengadaan tempat SPPG serta penyaluran MBG ke sasarannya. Untuk itu sudah seharusnya SPPG seperti ini harus segera ditutup atau setidaknya di suspend.
Pengamatan media ini roti-roti yang di bongkar dari mobil pengantar ke SPPG roti-roti produk industri besar dan serta roti berjatuhan ke badan jalan,di angkut dan di langsir ke dalam SPPG tempat barang MBG itu yang di angkati olleh Relawan dan Galang yang mengaku sebagai satpam sebab Galang tanpa memakai pakaian seragam Securirty tetapi mengaku securirty yang bersifat seperti arogan tidak humanis menghalangi tugas Pers.
( DP)






